Translate

Jumat, 28 Desember 2012

Criteria of fuel selection



CRITERIA OF FUEL SELECTION

Karakteristik utama yang mempengaruhi kerja dan performance engine adalah sebagai berikut :

1.      VISCOSITY dan DENSITY
Viscosity dan density secara langsung dikaitkan dengan performance engine, emission dan umur engine. Viscosity dan density rendah mengurangi output power, karena fuel juga harus berfungsi sebagai pelumas terhadap komponen komponen fuel system. Jika kinematic viscosity lebih rendah daripada 1,4cSt akan mempercepat keausakan (scuffing dan seizure) pada injection pump, injector, dll.

Interval viscosity dan density yang dianjurkan adalah:

    Viscosity           : 1,5cST -- 4,5 cSt pada 40°C

    Density             : 810 -- 860 kg/m3 pada 15°C

2.      DESTILATION (PENYULINGAN)
    Boilling range (tingkatan didih) adalah suatu sifat yang penting yang menentukan kualitas fuel. Penentuan dari boiling range ditentukan dengan penggunaan ASTM Test Method D86 atau D2887 (Gas Chromotography Test Method).
    Meskipun banyak spesifikasi berisi hanya sebagian hasil-hasil distilasi (contoh temperatur distilasi pada 90% Recovered), ini tidak cukup untuk menentukan kualitas dan kecocokan dari fuel untuk penggunaan pada engine diesel. Hasil fuel-fuel yang dicampur dengan unsur-unsur yang mempunyai titik didih tinggi dapat mempengaruh pembakaran. Hanya fuel-fuel dengan minimum 99% perolehan dengan destilasi yang harus digunakan.
    (90% temperature distillasi : Temperature dimana 90% dari fuel test menguap).

3.      FINAL BOILING POINT
    Fuel dapat terbakar didalam suatu engine hanya setelah diuapkan secara sempurna. Temperatur dimana fuel teruapkan secara sempurna disebut sebagai "End Point Temperature" pada ASTM D86 Distillation Test Method. Temperatur titik didih dari fuel harus cukup rendah untuk mendapatkan penguapan sempurna pada temperatur ruang bakar.
    Temperatur ruang bakar tergantung pada temperatur ambient, putaran engine, dan beban. Penguapan yang kurang baik lebih banyak terjadi selama operasi musim dingin, idling yang terlalu lama dan/atau beban ringan. Dengan demikian, engine yang beroperasi dengan kondisi-kondisi ini harus menggunakan fuel dengan temperature "distillation end point" yang lebih rendah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar