Remove Install Hydraulic Cylinder D375A-6

♥    2665Hydraulic cylinder akan mendapatkan supplay oli yang berasal dari hydraulic control valve.








♥    Hydraulic cylinder berfungsi untuk merubah energi hydraulic menjadi energi gerak (mekanik).
♥    Standart relief pressure hydraulic sesuai diagram di atas adalah 310 kg/cm2.
♥    Sedangkan pada table pressure di bawah setting relief ada di range 270 – 300 kg/cm2.
♥    Pengechekan relief pressure dilakukan pada range hydraulic temperature 45-55 derajat celcius.
♥    Pemeriksaan bisa dilakukan di display panel maupun pada check port hydraulic control valve (1).

♥   Pada saat pengechekan hydraulic relief maka anda tidak boleh melakukannya menggunakan blade lift raise position. Dikarenakan pada cylinder blade lift terpasang piston valve.
♥    Piston valve ini berfungsi untuk mengurangi efek benturan yang diterima oleh cylinder pada saat akhir langkah.
♥    Blade lift cylinder berfungsi untuk menaik dan menurunkan blade.
♥    Pada blade lift cylinder terpasag quick drop valve untuk mempercepat penurunan cylinder.


♥ Selain itu quick drop juga berfungsi untuk mencegah kevakuman pada cylinder pada saat pergerakan blade lift cylinder posisi lower.
♥   Pengukuran cycle time sesuai tabel di bawah menggunakan tools stop watch pada temperature 45-55 derajat celcius.
♥    Tidak boleh ada beban.
♥    Bila cycle time lambat maka penyebabnya adalah :
1.       Flow oli dari pompa kurang.
2.       Internal leaks di cylinder.
3.       Piston valve jammed open.
4.       Internal leaks di hydraulic control valve.


♥    Setelah selesai Remove Install hydraulic cylinder maka critical point yang wajib dilakukan adalah bleeding cyinder.
♥    Proses bleeding.
1.      Running low idle 5 menit. (Ini digunakan untuk mengisi oli di dalam hydraulic cylinder). Karena pada saat awal pemasangan cylinder olinya masih kosong.
2.      
Gerakkan cylinder extend (memanjang) dan retract (memendek) sampai 100 mm sebelum end stroke cylinder.
3.       Ulangi 4 – 5 kali langkah ke 2.
4.       Running engine high idle.
5.       Lakukan pergerakkan nomer 2 sebanyak 4-5.
6.       Running engine low idle. Gerakkan cylinder sampai end stroke.

♥    Bila tidak dilakukan bleeding maka akan menyebabkan kevakuman pada cylinder, response    cylinder lambat, gerakkan cylinder tersendat, merusak seal cylinder.
♥    Bila oli hydraulic di dalam tangki kurang, maka gerakkan cylinder akan menjadi tersendat –      sendat.
♥    Setelah selesai melakukan bleeding maka dilanjut dengan pengukuran hydraulic drift.
♥    Pengukuran hydraulic drift dijelaskan pada bagian standart and value table shop manual. Tools yang digunakan pada pengukuran ini adalah convex scale (mistar) dan stop watch.
♥    Running engine dan angkat blade seperti gambar “h” setinggi 150 mm. Kemudian matikan engine.
♥    Set stopwatch dan hitung selama 5 menit.
♥    Ukur jarak drift yang terjadi.


♥    Pada saat proses Remove Install hydraulic cylinder maka anda wajib mengetahui berat benda yang akan anda angkat.
♥    SWL adalah kependekan dari safe working load. Beban aman yang mampu di angkat oleh sebuah alat angkat.
♥    APL yang harus di order adalah O-ring.

♥    Part number seperti nomer 30 di atas adalah 07000-13035.
♥    Angka ke 6 menunjukkan klasifikasi o-ring. Karena angka ke 6 adalah 1 maka material dari oring ini adalah NBR-1B dan terdapat 2 titik berwarna biru pada o-ring tersebut.


♥    Angkat ke 7 menunjukan ketebalan (thickness) dari oring. Karena angka ke 7 adalah 3 maka ketebalan dari o-ring ini adalah 3 mm.

♥    Angka ke 8 ,9,10 menunjukkan inner diameter dari o-ring. Berarti diameter o-ring ini adalah 035 mm.

♥    Technical term :
1.       Hydraulic drift : Penurunan attachment dikarenakan kebocoran pada cylinder atau hydraulic control valve pada saat posisi netral.
2.       Cranking pressure : Pressure yang terbaca pada saat main relief pertama kali terbuka.
3.       Setting pressure : Pressure yang terbaca pada saat main relief valve terbuka penuh (pressure maximum).
4.       Discolouration : Perubahan warna yang terjadi karena overheating ataupun gesekan antar logam.
5.       Aeration : Peristiwa masuknya udara ke dalam system hydraulic (Saat hose atau cylinder dilakukan pelepasan/ disconnect).
6.       Double acting cylinder : Cylinder yang bisa bergerak extend dan retract dengan menggunakan media oli. (Unit D375 semua cylindernya bertype double acting cylinder).
7.       Sigle Acting cylinder : Cylinder yang pada saat extend menggunakan pressure dan pada saat retract menggunakan berat beban.
8.       Torque wrench : Tools yang digunakan pada saat proses torque bolt dengan satuan kgm, Nm dan Lbfeet.
9.       Rigging gear : Alat bantu pengangkatan (Belt, chain, sling, eyebolt).
10.   Lifting Equipment : Alat angkat (Crane, Forklift, Tadano, OHC).
11.   Hydraulic loss : Kerugian yang terjadi pada system hydraulic dan terbagi dalam 3 kategori (Neutral control, fine control dan relief control).
12.   PSN adalah part service news. Sebuah bulletin yang diterbitkan oleh factory tentang pembaruan(modifikasi) parts.
13.   Screw type cylinder head : Cylinder yang pemasangan head pada dilakukan dengan methode screw/ulir yang terdapat pada cylinder tersebut.
14.   Flange type cylinder head : Cylinder yang pemasangannya menggunakan flange dan bolt mounting.
15.   Blind plug : Plug yang digunakan untuk menutup hole cylinder yang sudah dilepas hosenya. Sehingga tidak ada kotoran/debu yang masuk dan ceceran oli tidak akan keluar dari cylinder.
16. PNPB : Publication Number of Partbook.


♥    Tabel di atas menunjukkan berat cylinder yang bisa anda dapatkan pada weight table di shop manual dengan menggunakan satuan kg.
♥    Selanjutnya di bawah ini merupakan resume arti dari kode Pada Partbook Komatsu.

Mudah2an bermanfaat.

Wassalam.
https://alatberat1985.blogspot.com/2018/02/remove-install-hydraulic-cylinder-d375a.html

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama