Technical Term Hydraulic Pump & Motor


Main Pump & Motor
Variable Displacement Piston Pump
Type piston pump dimana satu putaran shaft pump menghasilkan flow discharge yang dapat berubah, sesuai sudut pump. Pengaturan sudut pump diatur berdasarkan load atau pressure dalam system, serta proportional terhadap pergerakkan control lever.

Fixed Displacement Pump
Type pump dimana satu putaran shaft pump menghasilkan flow discharge yang konstan atau tidak dapat berubah. Biasanya type pump ini adalah gear pump

Radial Piston Pump
Piston pump yang pergerakan pistonnya tegak lurus terhadap garis sumbu, sehingga dibutuhkan mekanisme cam shaft untuk menggerakkan piston naik turun (recripocating) dan memerlukan mekanisme inlet-outlet valve, sehingga konstruksinya lebih rumit.

Axial Piston Pump, Swash Plate Type
Piston pump yang pergerakan pistonnya searah dengan garis sumbu, Tipe ini banyak digunakan karena selain mampu bekerja pada pressure tinggi, juga konstruksinya lebih sederhana dibandingkan Radial piston pump yang memerlukan mekanisme inlet-outlet valve.

Axial Piston Pump, Bend Axis Type 
Type piston pump yang sudut pumpnya terbentuk karena drive shaft dengan cylinder barrel shaft tidak segaris, hal ini dapat dilihat dari bentuk housingnya yang bengkok. Karena torsional force yang terjadi pada shaft pump relative besar sehingga bearing yang digunakan sebagai tumpuan shaft, jumlahnya lebih banyak dan ukurannya besar, jika disbanding yang digunakan pada axial piston pump swash plate.

Flow Rate
Besar max flow discharge pump dalam satuan liter per menit pada rated rpm.

HPV 95 + 95 (Inline Tandem)
H : Series H 
P : Pump 
V : Variable displacement Swashplate type
95 : theoretical delivery + 95 cc/revolution

Torque Squence
Urutan pengencangan bolt atau nut dengan cara saling menyilang agar mendapatkan kerapatan yang merata.

KMF 40AB-2 /KMF 125 ABC -5
K:Series K, 
M:Motor, 
F: Fixed displacement, Bent-axis type, 
40:theoretical discharge + 40cc/revolution
A:With shaft brake
B:Brake valve 
C:Brake valve specification
2 / 5:Type modifikasi
Motor ini digunakan untuk swing motor atau travel motor

KMV
K:Series K 
M:Motor
V:Variable displacement, Bent-axis type

KPV
K : K (series)
P : Pump 
V : Variable displacement single type, Bent-axis type

Rotating Torque Shaft
Gaya awal yang diperlukan untuk memutar shaft piston motor atau piston pump, sebagai indikasi tingkat kerapatan antar inner part pump/motor. Pengukuran rotating torque dilakukan dengan menggunakan spline socket dan torque wrench. 

Variable Rotating Torque
Gaya awal yang diperlukan untuk memutar shaft piston motor atau piston pump, yang besarnya gaya dapat bervariasi dengan sudut swashplate pump/motor

End Play
Kerenggangan dan gerak bebas yang searah dengan sumbu.

Contact Surface
Bidang kontak antara dua part yang berhubungan  dan tidak dapat saling bergerak, untuk mencegah kebocoran oli melalui celah antara keduanya dipasang O-ring atau gasket. Kedua part disatukan dengan menggunakan ikatan bolt atau bolt-nut, misal end cap dengan case pump.

Thickness
Ketebalan suatu part yang harus diukur karena terjadi keausan pada permukaan bidang kontaknya sehingga ketebalan part berkurang.

Central Portion
Bagian titik tengah bidang kontak antara dua part yang saling berhubungan.

Distortion
Kerusakan pada permukaan komponen berupa perubahan bentuk atau warna. (mungkin, nggak dapat referensi yang jelas)

Scratch
Kerusakan pada permukaan komponen berupa baret atau goresan yang biasanya memanjang yang disebabkan gesekan yang berlebihan atau ada material asing yang terjepit diantara dua komponen yang bergerak.

Spring Free Length
Ukuran panjang spring pada kondisi bebas, tidak terpasang.

Spring Installed Load
Besar beban tertentu yang diberikan pada spring, yang besar bebannya sebanding dengan beban saat pemasangan spring.

Spring Out of Square
Ketegaklurusan spring terhadap bidang tumpuan.

Spring Installed Length
Ukuran panjang spring pada kondisi terpasang atau saat dibebani dengan beban tertentu.

Spring Pitch
Lebar gang atau kerenggangan suatu spring 

Roundness
Kebulatan suatu shaft yang ditentukan oleh pengukuran X – Y pada penampang melintang.

Cylindricity
Perbedaan diameter inner atau outer suatu komponen yang diukur pada beberapa titik pengukuran (minimal 3 titik), sehingga dapat diketahui ketirusan karena keausan tidak merata searah axial.

Backlash
Internal leakage pada gear pump yang terjadi pada bidang kontak teeth drive dan driven gear.

Rotating Torque
Metode yang dilakukan untuk mendapatkan clearance cone bearing yang ukurannya relative besar, sehingga tidak memungkinkan mengukur dengan Preload, misal cone bearing yang terpasang pada final drive yang ukurannya besar atau pada bevel gear differential sedangkan bevel pinion sudah terpasang.

Interference
Jarak masuknya shaft ke dalam hole (lubang) pada suaian sesak. contoh antara Cylinder Liner dengan Cylinder Block.

Tolerance
Batas penyimpangan atau perbedaan ukuran yang diijinkan dari ukuran yang direncanakan, dan tolerance dituliskan berupa angka kecil dibelakang angka Nominal

Repair Limit
Batas ukuran dari suatu komponen yang mengalami perubahan ukuran karena keausan, jika telah mencapai repair limit, komponen harus diganti agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah dan juga komponen masih dapat direpair.

Standard Range (clearance)
Celah bebas atau kerenggangan antara dua komponen, sesuai dengan besar tolerancenya, sehinga nilai standard clearance bervariasi dalam range minimal dan maksimal.

Flatness
Kerataan permukaan suatu komponen.

Oil Clearance
Celah kerenganggan pada sliding contact dua part yang berhubungan, sehingga oli dapat masuk kedalam celah antara keduanya untuk melumasi agar tidak terjadi keausan yang berlebihan.

Hysterisis Flow of Pump (Front & Rear)
Perbedaan suara antara rear dan front pump karena adanya perbedaan besar flow discharge dan pressure pada kedua pump karena system controlnya menyesuaikan dengan kondisi operasi dan beban kerja pada masing masing circuit. (mungkin-no reference)

Press - Fit
Suaian sesak pada saat pemasangan satu part kedalam part lainnya. Misal : bushing-housing, bearing-shaft.

Shrinking - Fit
Metode yang digunakan untuk memasang komponen press fit, dengan cara menyusutkan atau memuaikan komponen yang akan dipasang. Contoh: bushing disusutkan, bearing dimuaikan

Lapping
Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan scratch tipis pada sliding contact antara valve plate dengan cylinder barrel, dengan memberikan lapping compound 2000 pada permukaan sliding contactnya dan memutar valve plate diatas cylinder barrel.

Sliding Surface
Bidang kontak antara dua part yang berhubungan dan dapat bergerak sliding, dimana salah satunya berputar atau bergeser, sedangkan yang lainnya diam, misal valve plate terhadap cylinder barrel, shaft terhadap bushing,  piston terhadap cylinder barrel. 

Fix Surface
Bidang kontak antara dua part yang berhubungan tetapi tidak dapat saling bergerak, dan agar tidak terjadi pergeseran atau pergerakan antara keduanya dipasang pin dowel. Misal valve plate dipasang pada end cap menggunakan pin dowel. 

Plastic Flow of Surface (disc)
Kerusakan pada permukaan disc berupa seperti lelehan plastic yang disebabkan viskositas oli rendah karena overheating.

Disc of Dish
Jenis kerusakan pada plate atau plate yang berupa perubahan bentuk permukaan plate, dimana sisi diameter dalam tidak merata dengan sisi diameter luarnya, sehingga terbentuk cekungan (cembungan) pada bagian diameter dalamnya. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan straight edge yang diletakkan melintang diatas plate, sehingga akan diketahui perbedaan celah antara bagian diameter dalam dengan diameter luarnya.

Disc Warp
Jenis kerusakan pada disc atau plate yang berupa melengkungnya permukaan disc secara keseluruhan, sehingga permukaannya tampak bergelombang. Pengukuran dilakukan dengan meletakkan disc pada surface block (meja perata) dan disisipkan filler gauge diantara disc dengan surface blok pada bagian diameter luar dan dalamnya, sambil memutar disc perlahan, Jika disc melengkung maka celahnya tidak merata.

Seal  portion (Plate valve & Block)
Bidang kontak pada bagian diameter dalam antara valve plate dengan cylinder barrel, yang merupakan bidang sealing agar tidak terjadi kebocoran pressure, seal portion minimal 90%. 

Other portion (Plate valve & Block)
Bidang kontak pada bagian diameter luar antara valve plate dengan cylinder barrel, yang merupakan bidang keseimbangan gerak sliding antara keduanya, other portion minimal 80%.

Strong Contact
Kerusakan pada permukaan sliding contact antara valve plate dengan cylinder barrel yang disebabkan terjadinya keabnormalan vibration pressure.

Deflection
Kerusakan berupa kebengkokan pada suatu part yang dapat disebabkan karena beban tumpuan yang tidak merata secara terus atau terjadi perubahan material karena overheating. 

Chipping
Kerusakan pada permukaan komponen yang disebabkan benturan yang keras sehingga rompal.

Pitting
Kerusakan pada permukaan komponen berupa bopeng, yang disebabkan cavitasi (udara terjebak dalam fluida) 

Brake releasing pressure
Pressure yang digunakan untuk merelease travel parking brake sebesar + 10 kg/cm2, dengan memanfaatkan main pressure travel saat counter balance spool bergerak untuk menghubungkan dengan port piston travel parking. Sehingga sebelum travel motor berputar, parking brake travel akan terlebih dahulu disengaged.

Travel speed switching pressure
Kenaikan Main pressure travel system yang digunakan untuk merubah secara otomatis travel mode dari Hi menjadi Lo. Saat unit travel dengan posisi Hi travel mode (sudut swash plate travel motor minimal), jika terjadi kenaikan beban travel (misal saat travel pada tanjakan atau masuk medan berlumpur), dan pressure hydraulic travel naik mencapai 290 kgcm2, maka travel speed selector valve akan bekerja untuk merubah sudut swash plate travel motor menjadi  maksimal, dengan kata lain Travel system secara otomotis akan diposisikan Lo Travel mode. 

Eccentric shaft
Suatu shaft yang mempunyai cam, dimana titik center antara shaft dengan cam tidak satu titik center, sehingga saat shaft berputar, cam seolah olah akan berputar diluar lingkaran dan dapat digunakan untuk merubah gerakan putar menjadi perpendicular (tegak lurus-bolak balik) saat cam dihubungkan dengan rod (misal cam shaft-pushrod). 

Marking
Pemberian tanda pada komponen untuk mempermudah pemasangan kembali sehingga mencegah salah pemasangan serta menghindarkan pekerjaan berulang. 

Lubricant
Pelumas yang digunakan atau diberikan pada komponen yang saling berhubungan dan bergesekan agar tidak terjadi keausan, karat atau temperature tinggi dsb. Pelumas yang digunakan dapat berupa Oli atau Grease.

Cleaning
Tindakan yang dilakukan untuk membersihkan komponen dari kotoran, tanah, grease atau oli, media yang digunakan dapat berupa solar, air, pressure angina ataupun steam pressure (uap air bertekanan).

Scrapping
Pembersihan permukaan komponen atau part dari kotoran, karat atau bekas gasket (liquid & paper).

Coating Material
Bahan (liquid) yang dioleskan pada permukaan komponen sebagai pelapis untuk mencegah kebocoran, perekat, anti karat, dsb, (Adhessive, gasket sealant, lubricant, grease) contoh : Loctite, dsb.


HYDRAULIC PUMP
Drive Shaft assembly
Shaft pada main pump yang menerima input putaran dari PTO, dan mempunyai kontak spline yang dihubungkan dengan cylinder block (barrel), sehingga cylinder block ikut berputar saat shaft berputar. Shaft ditumpu oleh bearing roller bearing pada sisi cradle, sedangkan pada sisi Coupling (impeller) ditumpu oleh needle bearing.

Impeller
Impeller dipasang pada coupling dan diikat dengan bolt, sehingga turut berputar saat shaft berputar, dan sudu – sudu impeller akan membantu menghisap oli dari port suction main pump, sehingga impeller berfungsi sebagai feed pump agar kerja piston pump lebih ringan.

Coupling
Couling mempunyai spline dalam sebagai penghubung antara front shaft dengan rear shaft, sehingga rear pump dapat berputar. Coupling juga sebagai tempat kedudukan impeller pump.

End Cap
Kedua End cap dipasang pada bagian tengah main pump, dan masing masing digunakan untuk front pump dan rear pump. End cap digunakan sebagai tempat pemasangan needle bearing sebagai tumpuan putaran shaft, disamping itu end cap juga digunakan sebagai dudukan valve plate. Pada front end cap terdapat port inlet pump dan port outlet, sedangkan pada rear end cap hanya terdapat port outlet pump.

Pump case
Case pump diikat dengan bolt terhadap cradle dan end cap,  bagian dalam case sebagai tempat kedudukan inner component, dan juga sebagai penampung oli dari internal leakage pump. Pada case terdapat lubang jalur main pressure PA dan charging pressure Psv yang menuju servo valve.

Valve Plate
Valve yang dipasang dengan dowel terhadap end cap, sehingga lubang port Suction dan Discharge selalu tetap posisinya. Port suction hanya terdiri dari satu lubang memanjang, sedang port discharge terdiri dari beberapa lubang pada valve plate. Agar internal leakagenya kecil, bidang kontak dengan cylinder block berbentuk cembung. Note : antara valve plate front pump dan rear pump tidak boleh tertukar, karena terdapat perbedaan posisi relief notch dan vaccum hole.

Cylinder Block Spring (Centre Spring)
Spring yang dipasang dan ditahan oleh snap ring pada sisi dalam cylinder block, tension springnya akan menekan kedua sisi, sehingga kontak antara piston – rocker cam dan cylinder block-valve plate selalu rapat, sehingga tingkat keausan dan internal leakage dapat diperkecil.

Cylinder Block
Cylinder block mempunyai lubang sejumlah piston, sebagai tempat pergerakan reciprocating piston. Cylinder block dihubungkan terhadap shaft dengan menggunakan spline, sehingga saat shaft berputar, cylinder block juga ikut berputar dan bergerak sliding pada bidang kontak permukaan cekungnya terhadap valve plate.

Retainer Shoe
Shoe retainer mempunyai lubang sejumlah piston sub ass’y dan pada bagian dalamnya terdapat guide retainer yang duduk pada shaft menggunakan spline. Dan guide retainer ditekan oleh spring, sehingga akan menjepit piston sub assy diantara shoe retainer dan guide, dengan demikian piston sub ass’y dapat duduk sliding terhadap permukaan rocker cam.

Piston Sub Assy
Piston sub assy berjumlah 9 buah dan saat cylinder block berputar dan rocker cam membentuk sudut, maka akan terjadi perbedaan panjang langkah diantara piston sub assy, sehingga saat piston bergerak reciprocating akan menghisap oli dari port suction, saat piston bergerak dari TDC ke BDC, sedangkan saat bergerak dari BDC ke TDC, piston akan memompakan oli melalui port discharge.

Rocker Cam
Rocker cam dipasang sliding terhadap bidang cekungan cradle dan bagian ujung rocker cam duduk pada servo piston, sehingga saat servo piston bergerak akan menghasilkan gerakan ayun pada rocker cam, dengan demikian sudut pump dapat diatur sesuai panjang langkah dan arah pergerakan servo piston.

Cradle
Bagian dari main pump sebagai kedudukan bearing shaft dan pada sisi dalamnya mempunyai bidang berbentuk cekungan sebagai tempat pergerakan ayun Rocker Cam

Air Bleeding Plug
Plug yang dibuka untuk membuang angin yang terjebak didalam pump, sehingga tidak terjadi kerusakan pada pump yang disebabkan cavitasi (pitting).

PUMP CONTROL
TVC Valve (Torque Variable Control) PC1100
Suatu valve yang dipasang pada Main pump (Rear Pump No.1) dan didalam OLSS hanya terdapat satu TVC valve. Terdapat port Psv yang berasal dari Charging pump sebagai input pressure, port PA1, PA2 dan PA3 yang berasal dari ketiga Main Pump Pressure (Front, Rear dan No.3) sebagai signal pressure, port Pdr yang berhubungan dengan sirkuit drain, serta port Pe sebagai output pressure yang menuju ke CO valve. Disamping itu juga terdapat proportional solenoid valve.
TVC bekerja untuk mengatur sudut main pump (flow dicharge pump) agar tenaga yang diserap oleh system hydraulic selalu sesuai dengan tenaga engine pada Rated speed (HP max), berdasarkan arus perintah dari pump controller (Engine speed sensing). Pada saat Working mode diposisikan G atau prolix switch diONkan, TVC valve bekerja berdasarkan signal pressure dari ketiga main pressure PA1, PA2, PA3. (Constant Torque Control).
Jadi pada dasarnya TVC valve akan mengatur flow dicharge pump sesuai dengan beban kerja (Load Pressure), saat load ringan atau pressure rendah, flow discharge diperbesar, sebaliknya saat load membesar ( pressure semakin tinggi) flow discharge pump diperkecil.
HP max Engine / Rated Speed = HP hyd dipertahankan konstan, 
HP hyd = P X Q, sehingga Q (flow discharge) berbanding terbalik dengan P (pressure system)

CO Valve (Cut-Off valve)
Suatu valve yang dipasang pada Main pump (Front & Rear Pump No.1 dan Rear pump No.3) menempel pada servo valve dan menjadi satu block dengan NC valve. Terdapat port Pe output pressure TVC valve sebagai input pressure CO valve, port PA dari pump pressure sebagai signal pressure, port Pdr yang berhubungan dengan sirkuit drain, port Pec sebagai output pressure dan port Pc yang berasal dari solenoid CO cancel.
CO valve bekerja untuk memperkecil sudut main pump (flow discharge) sesaat sebelum relief pressure tercapai, sehingga akan menghilangkan relief loss, kerugian kehilangan tenaga engine secara percuma saat relief pressure tercapai (attachment tidak bisa bergerak), sedangkan pump masih mensuplai flow discharge yang besar. CO valve bekerja untuk memperkecil pressure Pec berdasarkan signal pressure PA.
Saat pilot pressure Pc dari solenoid CO cancel mengalir, CO valve tidak bisa bekerja untuk memperkecil sudut main pump, sehingga flow discharge dipertahankan untuk mendapatkan tenaga hydraulic yang lebih besar (Heavy lift & Drawbar pull) dengan juga menaikkan setting main relief valve menjadi 350 kg/cm2 (2nd stage) saat operasi pengangkatan berat atau unit travel.

NC Valve PC1100
Neutral Control Valve dipasang menempel pada servo valve main pump dan menjadi satu block valve dengan CO valve dan didalam system OLSS PC1100 terdapat 3 buah NC valve (Front, Rear dan No.1 pump). Terdapat port Pec output pressure CO valve sebagai input pressure NC valve, port Pdr yang berhubungan dengan sirkuit drain dan port Pt – Pd sebagai signal pressure dari Jet sensor.. Perbedaan pressure Pt-Pd akan maksimal saat lever posisi netral dan semakin mengecil sesuai (proportional) dengan semakin besarnya sudut pergerakan, sedangkan saat lever PPC posisi full stroke, maka perbedaan pressure Pt-Pd menjadi hilang (maks.1 kg/cm2). Perbedaan pressure Pt-Pd yang propotional dengan pergerakan spool C/V (sudut pergerakan lever PPC valve) itulah yang digunakan untuk mengatur sudut main pump, sehingga flow discharge pump sesuai pergerakan lever PPC
Dengan demikian, kecepatan gerak actuator dapat sesuai dengan sudut pergerakan lever PPC.

Servo Valve
Suatu valve yang dipasang pada semua main pump, sebagai penggerak servo piston untuk mengatur sudut pump sehingga flow discharge pump sesuai dengan signal pressure Pecn dari NC valve. Terdapat port Psv dari charging pump, port Pecn sebagai signal pressure dari NC valve, port Pdr yang dihubungkan dengan sirkuit drain dan 2 port PAC yang menuju kedua sisi servo piston. 

Servo Piston
Suatu piston yang dipasang dalam case main pump, saat pressure yang diatur oleh servo valve dialirkan ke salah satu sisi piston, dan sisi sebelahnya dihubungkan dengan sirkuit drain, maka piston akan bergerak untuk mengatur gerak swash plate agar sudut main pump ( flow discharge pump) sesuai dengan signal pressure Pecn

Charge Pump (Control pump)
Type fixed displacement gear pump SAR 100 (bagian depan Triple gear pump), dan dipasang pada center drive PTO, sehingga saat engine hidup, pump akan menghisap oli dari hydraulic tank dan menghasilkan flow oli yang dialirkan melewati pilot oil filter menuju pilot control circuit unit yang meliputi : Pilot Control Pump, PPC valve, dan input pressure solenoid valve block. Karena circuit control unit adalah Closed center, agar pressure tidak berlebihan dan dapat dipertahankan dalam range kerja, maka maksimal pressurenya dibatasi oleh PPC charge valve sebesar 35 kg/cm2 (high idle).

PPC Valve
Suatu valve yang terletak dikabin dan dioperasikan secara manual dengan menggerakkan lever control atau pedal. Work equipment PPC valve dan Travel PPC valve terdiri dari 4 independent set valve dan 6 port . Saat lever control dioperasikan, pressure dari control pump (35 kg/cm2) akan dialirkan sebagai pilot pressure penggerak spool control valve, besarnya pressure output sesuai (proportional) dengan sudut pergerakan joystick, sehingga actuator dapat digerakkan sesuai keinginan operator.

LS Valve (CLSS)
Suatu valve yang dipasang pada main pump yang bekerja berdasarkan Differential Pressure LS (PLS) yaitu Pump pressure (PP) - Pressure Load Sensing (PLS, pressure port outlet C/V) untuk mengatur sudut swash plate pump sehingga PLS dapat dipertahankan konstan.
Jika PLS menjadi lebih rendah dari set pressure LS valve (saat beban actuator besar), maka sudut swashplate pump diposisikan maksimum. Sedangkan jika PLS lebih tinggi dari set pressure LS valve (saat beban actuator kecil) maka sudut swashplate pump diposisikan minimum.   

EPC Valve (Electronic Proportional Control Valve)
Valve yang terdiri dari solenoid valve dan spool, yang bekerja berdasarkan command current (arus perintah) dari controller, dimana besarnya arus perintah bervariasi sesuai dengan kondisi operasi, sehingga pressure output EPC valve yang digunakan sebagai pilot valve penggerak control system juga akan bervariasi sehingga control system unit dapat berfungsi seperti yang diinginkan. 

HYDRAULIC MOTOR
Spring Piston
Spring yang dipasang dan ditahan oleh snap ring pada sisi dalam cylinder block, tension springnya akan menekan kedua sisi, sehingga kontak antara piston – rocker cam dan cylinder block-valve plate selalu rapat, sehingga tingkat keausan dan internal leakage dapat diperkecil.

Valve Plate
Valve yang dipasang dengan dowel terhadap end cap, sehingga lubang port Suction dan Discharge selalu tetap posisinya. Kedua port (suction dan discharge) dapat berganti posisinya tergantung dari arah flow pressure oli, agar bisa mendapatkan dua arah putaran, sesuai dengan posisi lever control. Kedua port berupa beberapa lubang pada valve plate dan terdapat relief notch pada kedua sisinya. Agar internal leakagenya kecil, sliding kontak dengan cylinder block berbentuk cembung. 

Piston Assembly
Piston sub assy berjumlah 7 atau 9 buah dan saat rocker cam membentuk sudut, maka akan terjadi perbedaan panjang langkah diantara piston sub assy. Saat pressure oli masuk dari port suction dan menekan piston, maka piston bergerak dari TMA menuju TMB, sedangkan saat melewati fase langkah drain, oli akan dialirkan kembali ke tank saat piston bergerak dari TMB ke TMA, dengan demikian akan menghasilkan gaya putaran pada output shaftnya.

Disc :Suatu part berupa plat dan berbentuk lingkaran yang mempunyai sisi diameter luar dan dalam, pada sisi diameter dalamnya mempunyai inner spline, sebagai bidang pemasangan atau penghubung dengan shaft motor, sehingga dics akan turut berputar. Pada permukaan bidang kontaknya dilapisi dengan friction material, sehingga mampu menimbulkan friction force.
Plate :Suatu part berupa plat dan berbentuk lingkaran yang mempunyai sisi diameter luar dan dalam, pada sisi diameter luarnya mempunyai outer spline, sebagai bidang pemasangan atau penghubung dengan housing motor (chasis) sehingga plate tidak turut berputar.

Bearing
Bearing terdiri dari inner race dan outer race, diantara keduanya terdapat sejumlah roller bearing. Inner race dipasang pada shaft, sedangkan outer racenya dipasang pada housing, sehingga bearing menjadi tumpuan shaft motor saat berputar. Bearing yang terpasang pada motor bent-axis motor jumlahnya lebih banyak (3 buah) dan ukurannya lebih besar (taper bearing), karena mendapat torsional force dari konstruksi kebengkokan output shaft-cylinder barrel. Sedangkan pada motor swashplate type, bearing yang digunakan lebih sedikit (2 buah) beban yang diterima relative tidak besar.

Cylinder Block Assembly
Cylinder block mempunyai lubang sejumlah piston, sebagai tempat pergerakan reciprocating piston. Cylinder block dihubungkan terhadap shaft dengan menggunakan spline, sehingga saat cylinder block berputar, shaft juga ikut berputar dan bergerak sliding pada bidang kontak permukaan cekungnya terhadap valve plate.

Rocker Cam
Rocker cam dipasang sliding terhadap bidang cekungan cradle dan bagian ujung rocker cam duduk pada servo piston, sehingga saat servo piston bergerak akan menghasilkan gerakan ayun pada rocker cam, dengan demikian sudut pump dapat diatur sesuai panjang langkah dan arah pergerakan servo piston.

Cradle
Bagian dari motor sebagai kedudukan bearing shaft dan pada sisi dalamnya mempunyai bidang berbentuk cekungan sebagai tempat pergerakan ayun Rocker Cam

Output Shaft 
Shaft yang meneruskan gerakan putar cylinder block-piston menuju travel motor atau swing machinery.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama